By Admin LSP KATIGA PASS
12 Januari 2026 10:56:24
Ketika sebuah kecelakaan kerja terjadi, pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Siapa yang salah?”
Padahal, pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: “Apa yang salah dalam sistem kita?”
Faktanya, lebih dari 80% kecelakaan kerja berakar dari human factor—bukan sekadar kesalahan individu, tapi kegagalan sistem yang mempengaruhi perilaku manusia di dalamnya.
Di sinilah HFACS (Human Factors Analysis and Classification System) menjadi alat yang sangat efektif untuk menginvestigasi kecelakaan secara mendalam, adil, dan berbasis pencegahan.
HFACS adalah metode investigasi kecelakaan yang dikembangkan dari Swiss Cheese Model milik James Reason.
HFACS mengklasifikasikan penyebab kecelakaan dalam empat level kegagalan sistem, sehingga membantu kita menemukan akar masalah yang sebenarnya—bukan hanya gejalanya.
Pendekatan ini banyak digunakan di industri penerbangan, migas, konstruksi, manufaktur, hingga pertambangan.
Level ini adalah titik kejadian kecelakaan.
Fokusnya pada tindakan langsung pekerja.
Contoh:
Operator forklift mengangkat beban melebihi kapasitas
Pekerja tidak menggunakan body harness saat bekerja di ketinggian
Mekanik melakukan bypass pada sistem safety
Kesalahan di level ini biasanya bukan penyebab utama, melainkan hasil dari kegagalan level di atasnya.
Di sinilah faktor-faktor yang mendorong orang berbuat salah dianalisis.
Contoh:
Kelelahan akibat shift panjang
Tekanan target produksi
Lingkungan kerja panas, bising, dan sempit
Komunikasi tim yang buruk
Budaya “yang penting cepat selesai”
Level ini membongkar peran atasan dan manajemen lapangan.
Contoh:
Supervisor membiarkan prosedur tidak dipatuhi
Tidak ada briefing keselamatan
Pelatihan tidak pernah diperbarui
Membiarkan pekerja tidak kompeten mengoperasikan alat berat
Inilah sumber masalah terbesar yang sering tidak terlihat.
Contoh:
Perusahaan tidak menyediakan anggaran pelatihan
SOP dibuat tapi tidak disosialisasikan
Sistem reward lebih menekankan target produksi dibanding keselamatan
Kekurangan tenaga kerja sehingga pekerja kelelahan
Level ini menentukan arah budaya keselamatan perusahaan.
Kasus:
Seorang pekerja jatuh dari ketinggian 8 meter saat memasang rangka baja.
| Level HFACS | Temuan |
|---|---|
| Unsafe Acts | Tidak menggunakan full body harness |
| Preconditions | Area panas, terburu-buru, APD sulit dijangkau |
| Unsafe Supervision | Supervisor tidak melakukan pengecekan APD |
| Organizational | Perusahaan tidak menyediakan APD sesuai jumlah pekerja |
➡️ Kesimpulan:
Bukan pekerjanya yang “ceroboh”, tetapi sistemnya yang gagal melindungi.
HFACS mengubah budaya “cari siapa yang salah” menjadi “perbaiki sistemnya”.
Manfaatnya:
Menemukan akar masalah sebenarnya
Mencegah kecelakaan serupa terulang
Meningkatkan budaya safety secara berkelanjutan
Mendukung program Zero Accident
Kecelakaan bukanlah nasib.
Ia adalah hasil dari sistem yang dibiarkan rusak terlalu lama.
HFACS memberi kita kacamata baru untuk melihat kecelakaan secara adil, objektif, dan solutif.
Bukan untuk menghukum, tapi untuk mencegah agar tidak ada korban berikutnya.
Ingat:
Keselamatan bukan tentang siapa yang salah, tapi sistem apa yang perlu diperbaiki.